Pembukaa..

Sabtu, 14 Januari 2012

Ini adalah salah satu karya dari salah satu sahabat saya,dibaca yah....

Namanya sih bukan cery,tapi kami sering panggil dia dengan sebutan cery.mau tau ga cery tuh sebanarnya sapa??
hayoo???pasti penasaran kannn....
ihirrr.. ak terlalu PD
^_^...
Ya sudahlah karna kalian maksa ak kasih tau cery tuh siapa...
hmmmmm.....
Begini ceritanya kawan,sebenernya cery itu nama orang tuanya maklum lah kami emang suka jail panggil namanya dengan nama orang tuanya.nama aslinya tuh kalau ga salah Dwey.ya Dwey Kimchi pastinya
hooo.....
sahabat yang satu ini nih sangat terobsesi banget buat go to korea,fanatik banget tuh sama yg namanya korea2an,sampai-sampai di kamarnya penuh dengan orang-orang sipit(korea).Woooyyy....
mana karya yang mau diceritainn???
oh iya yah,saya lupa...
ini kawan ayo dibaca..

Kebahagiaan Yang Terselip Luka
Mimpi buruk selalu melanda setiap malam-malamnya.bayangan seorang wanita setengah baya yang hadir dalam mimpinya,membuat hidupnya tidak tenang wanita yang selalu menyapa dimimpinya adalah almarhumah ibunya,yang meninggal karna kecelakaan.saat malam tiba dan dia mulai tidur tidak terlepas semua dari mimpi buruk.bayangan masa lalu saat hampir sebuah truk mau menabraknya,dan kemudian ibunya lah yang menyelamatkan dan seketika meninggalkan tanpa sepatah kata.yaahhh....
gadis itu langsung terbangun dengan teriakan histerinya dan langsung menangis karna sebuah penyesalan yang membuatnya merasa bahwa dirinya lah yang membunuh ibunya sendiri.
Pagi menjelang dengan matahari yang siap untuk menyinari semesta,di saat itu pula dia memulai untuk berangkat ke sekolah gadis itu bernama Dira dia tinggal sendiri di rumahnya,setelah ibunya meninggal 2 th yang lalu disitulah ayahnya mulai berlagak sibuk dan tidak pernah pulang hanya terkadang menghubungi dira beberapa kali dalam setahun.sekarang ayahnya menetap di inggris karna urusan bisnisnya,semua hal itu membuat dira menjadi sangat mandiri dan berusaha untuk melakukan yang terbaik.Di sekolah dira bersiakap seperti biasa selalu ceria dan ramah tanpa ada orang yang tahu betapa berat beban hidupnya.dira juga mempunyai pacar dia teman seangkatan dira,tapi mereka beda kelas dan pagi itu seperti biasa pacarnya yang bernama Danu mendatangi dira dikelasnya."Pagi dir,,,, sapa danu pada dira."eh udah datang tumben agak pagi?"jawab dira dengan muka sumringahnya."iya tadi ibu banguninnya pagi-pagi banget,jadi sekalian aja deh berangkat pagi.oh iya danu.ini PR matematikamu tadi malam aku udah kerjain(sambil menyerahkan buku pada danu)"oh ya makasih  ya dira sayang,kamu memang baik banget"puji danu pada dira.alahhh.... mulai lagi deh ngrayunya "sela dira "setelah mereka berbincang-bincang cukup lama di kelas dira,danu pun kembali ke kelasnya dan akan bertemu lagi pada saat pulang sekolah.Bel pulang sekolah berbunyi,tanda waktu belajar harus berakhir,seperti biasa dilakukan dira menunggu danu karna mereka berjanji bertemu saat pulang sekolah dan danu mengantar dira pulang dengan sekuternya.disitulah dira selalu merasa nyaman saat bersama danu,dira selalu menganggap bahwa danu adalah belahan jiwanya yang bisa mengubah awan gelap di hatinya menjadi awan cerah yang bersenandung.hampir satu tahun dira menjalani hubungannya dengan danu dan sejak beberapa hari terakhir danu mulai sedikit menjauh pada dira,sepertinya sedang jaga jarak dengan dira entah apa yang menyababkan danu bersikap dingin pada dira,saat dira tanya,danu selalu bilang tidak ada apa-apa semuanya baik-baik saja.
Semakin hari sikap danu pada dira semakin aneh,membuat dira merasa sedih dan bingung .saat dira mencoba untuk menghubungi danu dengan ponselnya tapi danu tak pernah membalas smsnya ataupun menerima telponnya.dira selalu bilang pada dirinya sendiri "Tidak apa-apa pasti semuanya akan baik-baik saja",itulah yang sering dira ucapkan pada dirinya sendiri.saat dira mulai ketakutan sembari menenangkan dirinya sendiri,disaat yang sama pula dira menelpon ayahnya."Ayah... ucap dira.sambil menahan tangisnya dan terdapat jawaban ."dira.. nanti saja telpolnya ayah sedang sibuk" ."Ayah dira mau...." belum selesai dira bicara ayahnya langsung memotong pembicaraanya ."nanti saja ayah benar-benar sibuk jaga dirimu baik-baik nanti ayah telpon lagi"dan terdengar bunyi tut,,tut,,tut,,,tanda telpon benar sudah ditutup.baru saja aku ingin membaritahunya bahwa aku sangat merindukan ayah,kenapa selalu saja begini.. tangis dira pada dirinya sendiri.
Di malam itu dira tidak berhenti menangis entah apa sebenarnya yang ditangisinya,mungkin dia menangis karna merasa sangat malang.saat itu pula sms dari danu datang dan dia mengatakan besok ingin bertemu dira dan ingin memberi tahu hal penting pada dira,bukanya senang dira malah semakin merasa sangat buruk seakan benar-benar dunia tidak pernah berpihak pada diri dira.dira seakan tahu hal penting apa yang akan diucapkan danu,"kenapa disaat aku milai bangkit ,sesuatu yang buruk selalu datang padaku dan menghancurkan semuanya apakah dimasa lalu aku begitu buruk sehingga sekarang dunia tak pernah menginginkanku untuk bernafas dengan bahagia".karna tidak bisa tidur dira akhirnya membuat dirinya merasa sibuk,dia membersihkan seliruh ruangan yang ada di rumahnya ia kerjakan sendiri sampai akhirnya dira ketiduran disofa ruang tamu.dan dira terbangun karna mimpi buruk lagi dan melihat bahwa pagi sudah datang,segeralah dira langsung ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah.saat di gerbang sekolahanya dia berkata pada dirinya sendiri"Aku menagis dan sekarang aku harus bangkit lagi menjadi dira yang selalu semangat,keadaan tidak boleh mengalahkanku".mungkin karena ia tidak mempunyai banyak teman makanya dia selalu menyemangati dirinya sendiri.di kelas dira melihat danu sepertinya dira  benar-benar sudah pasrah dengan apa yang akan dikatakan danu padanya,seperti sebelumnya dira selalu mengembangkan senyum pada danu walaupun danu membalasnya dengan senyum kecutnya."pagi... sapa dira pada danu"pagi juga.kemudian danu mangajak dira pergi  ke taman belakang dan mulai menjelaskan semuanya pada dira bahwa danu tidak bisa bersama dira lagi."sungguh maafkan aku dir.."kata danu pada dira.
Sepanjang waktu hanya kata maaf yang danu ucapkan pada dira.dan dira tak mengucapkan sepatah kata pun sampai ketika dira benar-benar tidak bisa memendam perasaanya dan berkata"mengapa..???mengapa kau berkata seperti itu ?banyak hal yang tak bisa aku jelaskan padamu dira..tolong mengertilah?mengarti??kau bilang aku harus mengerti.isak dira dengan air mata yang mengelilingi matanya yang berbinar-binar dan berubah menjadi mata yang layu "dira kau tahu ibu kan?dia benar-benar tidak mentolelir aku,bahwa aku sudah punya kekasih,kau tahu sendiri ibuku tidak suka jika saat ini aku berpacaran,aku harus memilih antara kamu atau sekolah"seru danu pada dira.ibumu tidak menyukaiku dan menyuruhmu untuk memilih ,"kau memilih sekolahkan??"diraa.... panggil danu pada diradan kemudian danu mengusap air mata dira dan berkata bahwa danu masih menyayangi dira dan berpesan agar dira jangan membencinya.saat akan berpisah perkataan dira menghentikan danu dan berkata"Benarkah tidak ada lagi yang tersisa untuk ku,semuanya menghilang seketika dariku ,mengapa tuhan tidak sekalian saja mengambil nyawaku .bukankah jika aku lenyap semua orang akan merasa senang "dan kemudian dira pergi dengan tangisnya,saat danu akan mengejarnya dia sangat bersalah dan kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik kearah kelasnya.
Di kamar mandi dira menangis,menangis tanpa suara hanya gemericik air yang terdengar dan menemaninya, setalah merasa baik dia pergi ke kelas dan bersikap biasa saja.beberapa hari setelah putus dira berharap agar danu bisa berteman baik,itu lebih dari cukup untuk dira.tapi tidak dengan danu dia semakin berubah menjadi seorang yang benar-benar berbeda menjadi acuh tak acuh pada dira,bahkan hampir ratusan kali dira menelpon tidak pernah diangkat begitupun dengan smsnya mungkin baginya itu hanya gangguan belaka.saat disekolah danu pun selalu bersikap dingin,tak sekalipun danu menyapa jangankan menyapa senyumpun pada dira suatu hal sangat mustahil.danu tidak tahu betapa remuknya hati dira dengan sikap yang begitu kejam padanya entah kenapa dira tidak pernah membencinya ataupun melupakannya semakin dira berusaha melupakannya semakin besar rasanya kepada danu .Suatu pagi ada surat datang dan itu surat dari danu untuk dira yang berbunyi
"Dira,sekali lagi maafkan aku tolong jangan ganggu aku lagi kalau kau terus begini aku aka semakin merasa sulit .sekarang aku harus jujur padamu,sebenarnya saat aku bersamamu aku tidak pernah menyayangimu walaupun aku selalu mencoba tapi tetap saja tidak bisa,kau hanya sebagai pelampiasan cintaku saat aku benar-benar dicampakan oleh cinta pertama ku karna aku ingin melupakannya makanya aku memilihmu.tapi cintaku benar-benar besar padanyasehingga itu membuatku susah untuk melupakan dia.mungkin kau anggap aku orang terkejam didunia,tidak apa-apa bagiku karna semua itu pantas aku terima,aku bukanlah orang yang tepat kau cintai.aku tidak lebih dari seorang pencundang yang menjijikan dan saat bertemu dengan ku berpura-puralah tidak pernah mengenalku karna itu lebih baik saat ini dan satu lagi yang aku ucapkan bahwa ibuku melarangku berpacaran semua itu benar dan buakan karangan ku belaka .sekarang hubunganku dengan cinta pertamaku sudah mulai kembali lagi ,tapi aku tidak berharap lebih karna memang belum ada ijin oleh ibuku.saat ini aku masih backstret dengannya,aku akan selau mendoakan mu semoga kau baik-baik saja dan jangan pernah membenciku sekalipun aku jahat padamu ,aku yakin kau akan mendapatkan yang lebih baik dariku.tetaplah berdiri dengan tegar karna itulah dirimu,,,"
Tanpa terasa air mata dira meleleh dan dia tergeletak di lantai rumahnya tanpa ada satupun yang tahu seperti apa perasaannya. " kenapa semua tidak pernah berjalan dengan lancar,saat aku merasa semakin menyukaimu,dengan cepat kau menghempaskan ku ini bukan akhir dari segalanya.aku akan bangkit lagi akan memulai langkah baru dalam hidupku.Danu kau cinta pertama ku butuh waktu lama untuk melupakan mu jadi ijinkan aku untuk melihatmu saja"isak dira
Dan waktu terus berjalan setetes air mata dira semakin membuatnya tegar seperti doanya hidupnya sekarang sudah lebih baik walaupun tidak ada kekasih dan orang tua.tapi sekarang dia mempunyai teman yang selalu ada untuknya dia tinggal dirumah dira,merekan berdua menjadi sangat akrab dan tidak terpisah.kenangan bersama danu tak bisa dira lupakan baginya kenangan adalah sebuah simbol masa depan biarkan semua berjalan apa adanya.dira menjalani hidupnya sendiri begitupun danu.asalkan bisa melihat orang yang kiita cintai bahagia itu sudah cukup baginya.masa lalu adalah bagian dari masa depan dan dira selalu menerapkan hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu,sekarang dia selalu berkata baik-baik saja pada dirinya sendiri karna itulah kata penyejuk untuknya...

by Dwey
24 Oktober 2010

oke kawan itu tdi cerita yang dibuat sahabatku,menarik kah untuk dibaca???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar